Rabu, 16 Juli 2014

Brief About English Language History

Sejarah Singkat Bahasa Inggris

Bahasa Inggris bukanlah bahasa awal rakyat Kepulauan Inggris yang dulu dinamai dengan Britania Raya. Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek Anglo-Frisia yang dibawa ke pulau Britania oleh para imigran Jermanik dari beberapa bagian barat laut atau daerah yang sekarang disebut Belanda dan Jerman.Bahasa Inggris muncul setelah berbagai macam peristiwa yang terjadi pada wilayah yang kerap disebut “England” singkatan dari English Land (tanah yang menggunakan Bahasa Inggris atau “english”).Bahasa Inggris juga sering mengalami perubahan seiring bergantinya berbagai peristiwa yang menjadi faktor perubahan bahasa yang kini menjadi bahasa internasional, mulai dari perubahan imbuhan, peminjaman dan penyerapan kata, bahkan perubahan dalam cara tulisan maupun pengucapan.Penulis akan menjelaskan sejarah Bahasa Inggris menjadi bahasa orang Inggris dengan menguraikan kronologi perkembanganya.

http://www.ispilledthebeans.com/images/languages-chart.jpg
Berdasarkan aluran waktu, sejarah Bahasa Inggris secara tradisional dibagi menjadi tiga periiode utama: bahasa Inggris kuno (450-1100M), bahasa Inggris pertengahan (1100-1500) dan modern Inggris (1500 M). dan Bahasa Inggris Purba sebelum dimulainya periode Inggris kuno Selama berabad-abad, bahasa Inggris telah dipengaruhi oleh sejumlah bahasa lainya.
Sejarah bahasa Inggris benar-benar dimulai dengan kedatangan tiga suku Jermanik yang menginvasi Inggris pada abad ke-5, tiga suku (Angles, Saxonx, dan Jute) menyebrangi Laut Utara (sekarang Denmark dan bagian utara Jerman). Pada waktu itu penduduk Britania berbicara bahasa Keltik.

http://edtech2.boisestate.edu/hoovert/images/hdelchart.gif
Periode Bahasa Inggris Purba (Proto)

            Suku-suku bangsa Jermanik yang memelopori bahasa Inggris berdagang dan berperang dengan rakyat Kekaisaran Romawi yang menunturkan bahasa latin dalam proses invansi bangsa Jermanik ke Eropa dari timur.Dengan itu banyak kata-kata Latin yang masuk kosakata bangsa-bangsa Jermanik ini sebeum mereka mencapai pulau Britania.Contohnya antara lain adalah camp, cheese, cook, dragon, fork, giant, gem, inch, kettle, kitchen, linen, mle, mill, noon, oil, pillow, pin, pound, soap, street, table, wall, dan wine. Bangsa Romawi juga memberi bahasa Inggris beberapa kata yang mereka sendiri pinjam dari bahasa-bahasa lain seperti kata-kata: anchor, butter, cat chest, devil, dish, dan sack.
Menurut Anglo-Saxon Chronicle, sekitar tahun 449, Vortigern, Raja Kepulauan Britania mengundang “Angle Kin” (Suku Anglia yang dipimpin oleh Hengest dan Horsa) untuk menolongnya dalam penengahan konflik dengan suku Pict. Sebagai balasanya, suku Angles diberi tanah di sebelah tenggara Inggris.Chronicle ini membicarakan masuknya banyak imigran yang akhirnya mendirikan tujuh kerajaan yang disebut dengan istilah heptarchy. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagian besar cerita ini merupakan legenda dan memiliiki motif politik. Selain itu identifikasi para pendatang di Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak diterima lagi, terutama setelah diketahui bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata lebih mirip dengan bahasa Frisia.           



Periode Bahasa Inggris Kuno(450-1100M)

Pada awalnya, bahasa Inggris Kuno adalah sekelompok dialek yang mencerminkan asal usul beragam kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon di Inggris. Salah satu dialek ini, Saxon Barat akhirnya yang berdominasi.Kemudian bahasa Inggris Kuno yang asli dipengaruhi oleh dua gelombang invasi.
            Invasi yang pertama adalah invasi para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga bahasa Jerman. Mereka menaklukan dan menghuni beberapa bagian Britania pada abad ke-8 dan ke-9.
Invasi kedua ialah suku Norman pada abad ke-11 yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Perancis. Kedua Invasi ini mengakibatkan bahasa Inggris bercamput sampai kadar tertentu (tidak secara harfiah).
Para pendatang yang menginvasi pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menuturkan bahasa Keltik. Bahasa Keltik akhirnya bisa berjaya di Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang dituturkan oleh para pendatang yang menginvasi Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama “bahasa Inggris Kuno”,dalam bahasa Inggris lama “Englisc”, dan akhirnya bahasa Anglo-Saxon.Pengaruh bahasa Keltik sangat sedikit pada zaman ini, hanya sedikit kata-kata Keltik yang menetap di dalam bahasa Inggris.Tetapi banyak nama-nama tempat dan sungai memiliki asal-usul Keltik seperti Kent,York, Dover, Cumberland, Thames, Avon, Trent, Severn. Dikemudian hari, bahasa ini dipengaruhi bahasa Jermanik Utara; bahasa Norwegia Kuno yang dituturkan oleh kaum Viking yang menginvasi dan akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris. Para pendatang yang bermukim lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyak dari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tatabahasanya agak lebih berbeda termasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi (takrifan) dari banyak kata-kata. Bahasa Jermanik dari orang-orang Britania yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontak dengan orang-orang Norwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakan alasan daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya jenis kelamin kata benda dan kasus (kecuali pronominal).
Karya sastra ternama yang masih lestari dari masa Inggris Kuno ini adalah sebuah puisi epik kepahlawanan yang disebut "Beowulf". Penulisnya tidak diketahui, dan karya ini sudah dimodifikasi secara besar oleh para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.Kemudian introduksi agama Kristen di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawa banyak kata-kata pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani.

Selain ada yang berpendapat bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada Abad Pertengahan awal.Masa Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan Penaklukan Norman, ketika bahasa Inggris secara drastis dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang disebut bahasa Norman dan merupakan sebuah dialek bahasa Perancis.
Penggunaan istilah Anglo-Saxon untuk mendeskripsikan pembauran antara bahasa serta budaya Anglia dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern.
Hidup bersama dengan anggota sukubangsa Skandanavia (Viking) akhirnya menciptakan simplifikasi tatabahasa dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris.

Periode Bahasa inggris Pertengahan (1100-1500M)

Selama 300 tahun setelah invasi kaum Norman di Britania pada tahun 1066, raja-raja Norman dan kaum bangsawan hanya menuturkan bahasa Perancis dialek Norman saja yang disebut dengan  nama bahasa Anglo-Norman. Sementara itu bahasa Inggris berlanjut sebagai bahasa rakyat. Sementara Anglo-Saxon Chronicle tetap ditulis sampai tahun 1154, sebagian besar karya sastra lainnya dari masa ini ditulis dalam bahasa Perancis Kuna atau bahasa Latin.
Sejumlah besar kata-kata Norman dipinjam dalam bahasa Inggris Kuno dan menghasilkan banyak sinonim (sebagai contoh diambil ox/beef (sapi), sheep/mutton (kambing), dan lain-lain). Pengaruh Norman ini memperkuat kesinambungan perubahan-perubahan bahasa Inggris pada abad-abad selanjutnya dan menghasilkan sebuah bahasa yang sekarang disebut dengan istilah bahasa Inggris Pertengahan. Salah satu perubahannya adalah meningkatnya pemakaian sebuah aspek unik tatabahasa Inggris yang disebut dengan istilah continuous tense dengan imbuhan atau sufiks -ing.
Ejaan bahasa Inggris juga dipengaruhi bahasa Perancis pada periode ini. Bunyi-bunyi /θ/ dan /ð/ sekarang dieja sebagai th dan bukan dengan huruf Inggris Kuno þ and ð, yang tidak ada dalam bahasa Perancis.
Selama abad ke-15, bahasa Inggris Pertengahan berubah lebih lanjut lagi. Perubahan ini disebut sebagai The Great Vowel Shift ("Pergeseran Vokal Besar"), dan dimulai dengan penyebaran dialek London bahasa Inggris yang mulai dipakai oleh pemerintahan dan munculnya buku-buku cetak. Bahasa Inggris modern sendiri bisa dikatakan muncul pada masa William Shakespeare. Penulis ternama dari masa Inggris Pertengahan ini ialahGeoffrey Chaucer, dengan karyanya yang terkenal The Canterbury Tales.
Banyak sumber sezaman menyatakan bahwa dalam kurun waktu lima puluh tahun setelah Invasi kaum Norman, sebagian besar kaum Norman di luar istana berganti bahasa dan menuturkan bahasa Inggris. Bahasa Perancis kala itu tetap menjadi bahasa resmi pemerintahan dan perundang-undangan yang bergengsi di luar dinamika sosial. Sebagai contoh, Orderic Vitalis, seorang sejarawan yang lahir pada tahun 1075 dan seorang anak ksatria Norman, menyatakan bahwa ia hanya mempelajari bahasa Perancis sebagai bahasa kedua.
Sastra Inggris mulai muncul kembali pada sekitar tahun 1200 Masehi ketika perubahan iklim politik dan jatuhnya bahasa Anglo-Norman membuat hal ini lebih bisa diterima. Pada akhir abad tersebut, bahkan kalangan kerajaan sudah berganti menuturkan bahasa Inggris. Sedangkan bahasa Anglo-Norman masih tetap dipakai pada kalangan tertentu sampai agak lama, namun akhirnya bahasa ini juga tidak merupakan bahasa hidup lagi.

Periode Awal Bahasa Inggris Modern (1500M)

Mulai dari abad ke-15, bahasa Inggris berubah menjadi bahasa Inggris Modern, yang seringkali ditarikh bermula dengan Great Vowel Shift (“Pergeseran Bunyi Besar”).
Setelah itu bahasa Inggris mulai banyak mengambil kata-kata pungutan dari bahasa-bahasa asing, terutama bahasa Latin dan bahasa Yunani semenjak zaman Renaisans. Karena banyak kata-kata dipinjam dari bahasa yang berbeda-beda, dan ejaan bahasa Inggris bisa dikatakan tidak konsisten, maka risiko pelafazan salah kata-kata cukup tinggi. Namun sisa-sisa dari bentuk-bentuk yang lebih kuna masih ada pada beberapa dialek regional, terutama pada dialek-dialek di West Country.Pada tahun 1755 Samuel Johnson menerbitkan kamus penting bahasa Inggris pertama, yang berjudul Dictionary of the English Language.

Periode Akhir Bahasa Inggris Modern (1700-Sekarang)
            Perbedaan utama antara bahasa Inggris Modern Awal dengan bahasa Inggris Modern Akhir adalah kosakata. Bahasa Inggris Modern Akhir memiliki lebih banyak kata yang timbul dari dua faktor utama: pertama, Revolusi Industri dan Teknologi menciptakan kebutuhan akan kata-kata baru, kedua, Kerajaan Inggris pada puncaknya ditutupi seperempat dari permukaan bumi, dan bahasa Inggris mengadopsi bahasa kata-kata asing dari banyak Negara.
            Saat ini, Inggris Amerika sangat berpengaruh, karena dominasi USA dalam dunia perfilman, televise, music popular, perdagangan dan juga teknologi. Variasi lain dari bahasa Inggris di dunia diantaranya bahasa Inggris-Australia dan bahasa Inggris dan bahasa Inggris Selandia baru.




Daftar Pustaka

Bergmann, Anouschka., Hall, Kathleen Currie.,Ross,Sharon Miriam.
          (2007).Language Files.Columbus: penerbit Ohio State University Press.
Putra, Bima Nandaka (2012). Sejarah Singkat Tentang Asal Usul dan                    Perkembangan Bahasa Inggris. From http://bhiembhiem93.blogspot.com/
2012/08/sejarah-singkat-tentang-asal-usul-dan.html  
http://wallstreetenglish.co.id/id/articles/asal-mula-bahasa-inggris
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_English_language

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_bahasa_Inggris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar