Sejarah
Singkat Bahasa Inggris
Bahasa Inggris bukanlah
bahasa awal rakyat Kepulauan Inggris yang dulu dinamai dengan Britania Raya. Bahasa
Inggris adalah sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek
Anglo-Frisia yang dibawa ke pulau Britania oleh para imigran Jermanik dari
beberapa bagian barat laut atau daerah yang sekarang disebut Belanda dan Jerman.Bahasa
Inggris muncul setelah berbagai macam peristiwa yang terjadi pada wilayah yang
kerap disebut “England” singkatan dari English Land (tanah yang menggunakan Bahasa
Inggris atau “english”).Bahasa Inggris juga sering mengalami perubahan seiring
bergantinya berbagai peristiwa yang menjadi faktor perubahan bahasa yang kini
menjadi bahasa internasional, mulai dari perubahan imbuhan, peminjaman dan
penyerapan kata, bahkan perubahan dalam cara tulisan maupun pengucapan.Penulis
akan menjelaskan sejarah Bahasa Inggris menjadi bahasa orang Inggris dengan
menguraikan kronologi perkembanganya.

http://www.ispilledthebeans.com/images/languages-chart.jpg
Berdasarkan aluran waktu,
sejarah Bahasa Inggris secara tradisional dibagi menjadi tiga periiode utama: bahasa
Inggris kuno (450-1100M), bahasa Inggris pertengahan (1100-1500) dan modern
Inggris (1500 M). dan Bahasa Inggris Purba sebelum dimulainya periode Inggris
kuno Selama berabad-abad, bahasa Inggris telah dipengaruhi oleh sejumlah bahasa
lainya.
Sejarah bahasa Inggris
benar-benar dimulai dengan kedatangan tiga suku Jermanik yang menginvasi
Inggris pada abad ke-5, tiga suku (Angles, Saxonx, dan Jute) menyebrangi Laut
Utara (sekarang Denmark dan bagian utara Jerman). Pada waktu itu penduduk
Britania berbicara bahasa Keltik.

http://edtech2.boisestate.edu/hoovert/images/hdelchart.gif
Periode
Bahasa Inggris Purba (Proto)
Suku-suku
bangsa Jermanik yang memelopori bahasa Inggris berdagang dan berperang dengan
rakyat Kekaisaran Romawi yang menunturkan bahasa latin dalam proses invansi
bangsa Jermanik ke Eropa dari timur.Dengan itu banyak kata-kata Latin yang
masuk kosakata bangsa-bangsa Jermanik ini sebeum mereka mencapai pulau
Britania.Contohnya antara lain adalah camp,
cheese, cook, dragon, fork, giant, gem, inch, kettle, kitchen, linen, mle,
mill, noon, oil, pillow, pin, pound, soap, street, table, wall, dan wine. Bangsa Romawi juga memberi bahasa
Inggris beberapa kata yang mereka sendiri pinjam dari bahasa-bahasa lain
seperti kata-kata: anchor, butter, cat
chest, devil, dish, dan sack.
Menurut Anglo-Saxon Chronicle, sekitar tahun 449, Vortigern, Raja Kepulauan
Britania mengundang “Angle Kin” (Suku Anglia yang dipimpin oleh Hengest dan
Horsa) untuk menolongnya dalam penengahan konflik dengan suku Pict. Sebagai balasanya,
suku Angles diberi tanah di sebelah tenggara Inggris.Chronicle ini membicarakan masuknya banyak imigran yang akhirnya
mendirikan tujuh kerajaan yang disebut dengan istilah heptarchy. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagian besar
cerita ini merupakan legenda dan memiliiki motif politik. Selain itu
identifikasi para pendatang di Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak
diterima lagi, terutama setelah diketahui bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata
lebih mirip dengan bahasa Frisia.
Periode
Bahasa Inggris Kuno(450-1100M)
Pada awalnya, bahasa Inggris
Kuno adalah sekelompok dialek yang mencerminkan asal usul beragam
kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon di Inggris. Salah satu dialek ini, Saxon Barat
akhirnya yang berdominasi.Kemudian bahasa Inggris Kuno yang asli dipengaruhi
oleh dua gelombang invasi.
Invasi
yang pertama adalah invasi para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga
bahasa Jerman. Mereka menaklukan dan menghuni beberapa bagian Britania pada
abad ke-8 dan ke-9.
Invasi kedua ialah suku
Norman pada abad ke-11 yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Perancis. Kedua
Invasi ini mengakibatkan bahasa Inggris bercamput sampai kadar tertentu (tidak
secara harfiah).
Para pendatang yang
menginvasi pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menuturkan bahasa
Keltik. Bahasa Keltik akhirnya bisa berjaya di Skotlandia,
Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang dituturkan oleh para pendatang yang
menginvasi Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama “bahasa Inggris Kuno”,dalam
bahasa Inggris lama “Englisc”, dan akhirnya bahasa Anglo-Saxon.Pengaruh
bahasa Keltik sangat sedikit pada zaman ini, hanya sedikit kata-kata Keltik
yang menetap di dalam bahasa Inggris.Tetapi banyak nama-nama tempat dan sungai
memiliki asal-usul Keltik seperti Kent,York, Dover, Cumberland, Thames, Avon,
Trent, Severn. Dikemudian hari, bahasa ini dipengaruhi bahasa Jermanik Utara; bahasa Norwegia Kuno yang dituturkan oleh
kaum Viking yang menginvasi dan
akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris. Para pendatang yang bermukim
lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyak
dari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tatabahasanya agak
lebih berbeda termasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi
(takrifan) dari banyak kata-kata. Bahasa Jermanik dari orang-orang Britania
yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontak dengan orang-orang
Norwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakan alasan
daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya
jenis kelamin kata benda dan kasus (kecuali pronominal).
Karya sastra ternama yang
masih lestari dari masa Inggris Kuno ini adalah sebuah puisi epik kepahlawanan
yang disebut "Beowulf".
Penulisnya tidak diketahui, dan karya ini sudah dimodifikasi secara besar oleh
para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.Kemudian introduksi agama Kristen
di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawa banyak kata-kata
pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Selain ada yang berpendapat
bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada Abad
Pertengahan awal.Masa
Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan Penaklukan Norman,
ketika bahasa Inggris secara drastis dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang
disebut bahasa Norman dan merupakan sebuah dialek bahasa
Perancis.
Penggunaan istilah
Anglo-Saxon untuk mendeskripsikan pembauran antara bahasa serta budaya Anglia
dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern.
Hidup bersama dengan anggota
sukubangsa Skandanavia (Viking) akhirnya menciptakan simplifikasi tatabahasa
dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris.
Periode
Bahasa inggris Pertengahan (1100-1500M)
Selama 300 tahun setelah
invasi kaum Norman di Britania pada tahun 1066,
raja-raja Norman dan kaum bangsawan hanya menuturkan bahasa Perancis dialek
Norman saja yang disebut dengan nama bahasa Anglo-Norman.
Sementara itu bahasa Inggris berlanjut sebagai bahasa rakyat. Sementara Anglo-Saxon
Chronicle tetap
ditulis sampai tahun 1154,
sebagian besar karya sastra lainnya dari masa ini ditulis dalam bahasa Perancis Kuna atau bahasa
Latin.
Sejumlah besar kata-kata
Norman dipinjam dalam bahasa Inggris Kuno dan menghasilkan banyak sinonim
(sebagai contoh diambil ox/beef (sapi), sheep/mutton (kambing),
dan lain-lain). Pengaruh Norman ini memperkuat kesinambungan
perubahan-perubahan bahasa Inggris pada abad-abad selanjutnya dan menghasilkan
sebuah bahasa yang sekarang disebut dengan istilah bahasa Inggris Pertengahan.
Salah satu perubahannya adalah meningkatnya pemakaian sebuah aspek unik
tatabahasa Inggris yang disebut dengan istilah continuous tense dengan imbuhan atau sufiks -ing.
Ejaan bahasa Inggris juga dipengaruhi
bahasa Perancis pada periode ini. Bunyi-bunyi /θ/ dan /ð/ sekarang dieja sebagai th dan bukan dengan huruf Inggris Kuno þ and ð,
yang tidak ada dalam bahasa Perancis.
Selama abad
ke-15, bahasa Inggris Pertengahan berubah lebih lanjut lagi.
Perubahan ini disebut sebagai The Great Vowel Shift ("Pergeseran
Vokal Besar"), dan dimulai dengan penyebaran dialek London bahasa Inggris
yang mulai dipakai oleh pemerintahan dan munculnya buku-buku cetak. Bahasa
Inggris modern sendiri bisa dikatakan muncul pada masa William Shakespeare. Penulis
ternama dari masa Inggris Pertengahan ini ialahGeoffrey
Chaucer, dengan karyanya yang terkenal The Canterbury Tales.
Banyak sumber sezaman
menyatakan bahwa dalam kurun waktu lima puluh tahun setelah Invasi kaum Norman,
sebagian besar kaum Norman di luar istana berganti bahasa dan menuturkan bahasa
Inggris. Bahasa Perancis kala itu tetap menjadi bahasa resmi pemerintahan dan
perundang-undangan yang bergengsi di luar dinamika sosial. Sebagai contoh, Orderic Vitalis,
seorang sejarawan yang lahir pada tahun 1075 dan seorang anak
ksatria Norman, menyatakan bahwa ia hanya mempelajari bahasa Perancis sebagai
bahasa kedua.
Sastra Inggris mulai muncul
kembali pada sekitar tahun 1200 Masehi ketika perubahan
iklim politik dan jatuhnya bahasa Anglo-Norman membuat hal ini lebih bisa
diterima. Pada akhir abad tersebut, bahkan kalangan kerajaan sudah berganti
menuturkan bahasa Inggris. Sedangkan bahasa Anglo-Norman masih tetap dipakai
pada kalangan tertentu sampai agak lama, namun akhirnya bahasa ini juga tidak
merupakan bahasa hidup lagi.
Periode
Awal Bahasa Inggris Modern (1500M)
Mulai dari abad
ke-15, bahasa Inggris berubah menjadi bahasa Inggris Modern,
yang seringkali ditarikh bermula dengan Great Vowel Shift (“Pergeseran Bunyi
Besar”).
Setelah itu bahasa Inggris
mulai banyak mengambil kata-kata pungutan dari bahasa-bahasa asing, terutama bahasa
Latin dan bahasa
Yunani semenjak
zaman Renaisans.
Karena banyak kata-kata dipinjam dari bahasa yang berbeda-beda, dan ejaan
bahasa Inggris bisa dikatakan tidak konsisten, maka risiko pelafazan salah
kata-kata cukup tinggi. Namun sisa-sisa dari bentuk-bentuk yang lebih kuna
masih ada pada beberapa dialek regional, terutama pada dialek-dialek di West Country.Pada
tahun 1755 Samuel
Johnson menerbitkan
kamus penting bahasa Inggris pertama, yang berjudul Dictionary
of the English Language.
Periode
Akhir Bahasa Inggris Modern (1700-Sekarang)
Perbedaan
utama antara bahasa Inggris Modern Awal dengan bahasa Inggris Modern Akhir
adalah kosakata. Bahasa Inggris Modern Akhir memiliki lebih banyak kata yang
timbul dari dua faktor utama: pertama, Revolusi Industri dan Teknologi
menciptakan kebutuhan akan kata-kata baru, kedua, Kerajaan Inggris pada
puncaknya ditutupi seperempat dari permukaan bumi, dan bahasa Inggris
mengadopsi bahasa kata-kata asing dari banyak Negara.
Saat
ini, Inggris Amerika sangat berpengaruh, karena dominasi USA dalam dunia
perfilman, televise, music popular, perdagangan dan juga teknologi. Variasi
lain dari bahasa Inggris di dunia diantaranya bahasa Inggris-Australia dan
bahasa Inggris dan bahasa Inggris Selandia baru.
Daftar Pustaka
Bergmann, Anouschka., Hall,
Kathleen Currie.,Ross,Sharon Miriam.
(2007).Language Files.Columbus: penerbit Ohio
State University Press.
Putra, Bima Nandaka
(2012). Sejarah Singkat Tentang Asal Usul
dan Perkembangan Bahasa
Inggris. From http://bhiembhiem93.blogspot.com/
2012/08/sejarah-singkat-tentang-asal-usul-dan.html
http://wallstreetenglish.co.id/id/articles/asal-mula-bahasa-inggris
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_English_language
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_bahasa_Inggris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar