Selasa, 18 Maret 2014

tulisan bocah masa lalu

Narkoba

Pikiranku melayang
Pendiriankupun goyang
Rasa sayang kini tak lagi terbayang

Tadinya ku mencoba
Lalu ku terpedaya
Ku jadi terlena
Hingga akhirnya aku mencintainya

Karenamu
Pikiranku buyar
Bertindak tak wajar
Tanpa tersadar
Dosa dosaku semakin terpampar.


Terpedaya

Ketika waktu dan nafsu bersatu
Menjadi tabu
Menggelitik kalbu
Hingga akhirnya manusialah yang menjadi babu

Aku terlena
Mereka terpedaya
Hingga saatnya tiba
Mereka hanya bisa ternganga
Hidup dijaga
Siksaan menimpa
Membuatku bertanya
Mengapa  ku mendapatkannya
Mengapa ku melakukannya

Tapi  apa daya
Alasanku tak lagi diterima
Ku sudah di neraka.


Malam

Ketika matahari tak lagi terlihat
Bersama bintang menjemput petang
Semua redup
Semua tenang
Tinggalah jangkrik yang masih berpesta

Sama dengan keadaan diskotik
Dasar, memang kau jangkrik
Hingga matahari kembali
Matanya tak kuat lagi
Untuk kembali tidur di pagi hari.


Gila

Kau tak akan pernah tahu apa yang ku tahu
Bahkan akupun tak tahu apa yang kau tahu

Yang aku tahu….

Kau sedang mencari tahu
Tentang sesuatu yang tidak bisa diketahui

Kau bertanya Tanya 
Kau keheranan

Lalu kau pikir kan ada jawabnya??


Kisah malam mereka …

Ketika matahari tak lagi terlihat
Bersama bintang menjemput petang

Semua redup
Semua tenang

Tinggalah jangkrik yang masih berpesta
Sama dengan keadaan diskotik
Mereka memang jangkrik.

Hingga mentari kembali
Matanya tak kuat lagi 
Untuk tidur di pagi hari.




kumpulan puisi 2011

Fatarmogana kehidupan

Ketika kumelihat langit cerah
Kurasakan panasnya matahari

Saatku pandang dekatnya bintang
Sulit ku rasa tuk memetiknya

Waktu obrolan janjiku laku
Temankupun berkurang satu persatu

Pernah ku dengar bisikan kenikmatan
Tapi kurasakan pahitnya penyesalan
Dan ..
Hingga ku terlena dedngan surge dunia
Kudapati  siksaan neraka akhirat.


Untuk si pecundang

Hei
Orang orang yang masih duduk di sana 
Dengan hati keluh kesah 
Degan rasa gundah gelisah

Hei 
Kenapa kata tak bijak itu kau tuturkan ?
Sedangkan omongan mereka kau degarkan
Tanpa pernah engkau kerjakan

Hei
Lembaran yang engkau anggap nyawakah yang engkau inginkan?
Lembaran suci terjaga itukah yang kalian hiraukan?
Ataukah seruan panggilan yang kau tinggalkan?
Demi sebuah keselamatan 

Mungkin kau anggap ini dmi kehormatan
Ketauhilah kau hanya sekedar kotoran
Entah apa yang engkau lakukan?




Juga kau, begitu pula aku

Caci maki saja aku
Dan pula dirimu
Meski kau tak tahu
Pantaskah kata itu terucap
Dan pula rahasiamu terkuak
Karena kau salah bergerak

Engkau…
Masih tetap yang dulu
Masih sering mengadu
Dan pula aku

Lebih baik kau diam 
Lebih baik aku membungkam
Mari kita lakukan.


Jalur dakwah tersendat

Bunda,
Kenapa langit hitam menyelimuti bumi 
Bukankah matahari ingin bersinar lebih lama?
Bunda..
Kenapa lautan menenggelamkan matahari
Tidakkah air itu takut matahari?

Bunda,
Bumi ini gelap
Mereka tak bisa melihat
Meski mereka berbadan tegap
Tapi pikiran mereka tak kuat

Bunda… mengapa?
Matahari tak bisa bebas bersinar
Matahari kini sudah tak sabar
Mau kemana air ini disebar?

Nanti ku ajak dia ke fajar
Dan arah terbitnya tertukar 
Ketika bumi tak lagi berputar
Tak ada lagi kata terlotar
Tinggal mereka yang menyebut “Allahu akbar” .

kumpulan puisi 2007

Motto kehidupan

Tidak ada masalah di dunia ini
Yang ada adalah tantangan.

Kesuskesan memerlukan perjuangan.

Kita mengatur waktu
Bukan waktu mengatur kita.
Jadikanlah sebuah tantangan itu menjadi sebuah permainan seru dan menegangkan.

Semurah murahnya budak adalah budak nafsu.

Anggaplah bahwasanya kamu adalah manusia paling beruntung di dunia.

Siapapun dia-bagaimanapun dia- saya pasti bisa lebih dari dia.


Aku

Aku
Datang dari negeri pulau seribu
Seorang pemuda lugu datang kesini untuk mencari ilmu
Tapi Cuma janji palsu
Janji palsu masa lalu

Ketika telepon bordering kencang
Aku berteriak
“ibu doakan aku yang sedang berjuang menuntut ilmu”

Uang berjuta juta
Padahal bukan orang kaya
Keringat tengik membasahi
Meski bukan petani

Tapi apa yagn terjadi
Dari usaha setengah mati
 membuang hari
Yang selalu berubah silih berganti

Air keringat
Tanpa perasaan aku balas dengan air maksiat
Air yang kutumpahkan diatas meja benda padat
Aku bukan bagian dari tobat
Aku adalah pengkhianat

Aku penjahat yang keji
Yang bersembunyi
Yang telah dikasih hati
Tapi…
Justru malah menyakiti
Hati
Orang yang telah membawaku ke dunia ini
Ummi

Aku telah berbohong
Itu semua omong kosong
Janji yang kopong
Bagaikan tong yang kosong

To be continue…..