Selasa, 18 Maret 2014

kumpulan puisi 2011

Fatarmogana kehidupan

Ketika kumelihat langit cerah
Kurasakan panasnya matahari

Saatku pandang dekatnya bintang
Sulit ku rasa tuk memetiknya

Waktu obrolan janjiku laku
Temankupun berkurang satu persatu

Pernah ku dengar bisikan kenikmatan
Tapi kurasakan pahitnya penyesalan
Dan ..
Hingga ku terlena dedngan surge dunia
Kudapati  siksaan neraka akhirat.


Untuk si pecundang

Hei
Orang orang yang masih duduk di sana 
Dengan hati keluh kesah 
Degan rasa gundah gelisah

Hei 
Kenapa kata tak bijak itu kau tuturkan ?
Sedangkan omongan mereka kau degarkan
Tanpa pernah engkau kerjakan

Hei
Lembaran yang engkau anggap nyawakah yang engkau inginkan?
Lembaran suci terjaga itukah yang kalian hiraukan?
Ataukah seruan panggilan yang kau tinggalkan?
Demi sebuah keselamatan 

Mungkin kau anggap ini dmi kehormatan
Ketauhilah kau hanya sekedar kotoran
Entah apa yang engkau lakukan?




Juga kau, begitu pula aku

Caci maki saja aku
Dan pula dirimu
Meski kau tak tahu
Pantaskah kata itu terucap
Dan pula rahasiamu terkuak
Karena kau salah bergerak

Engkau…
Masih tetap yang dulu
Masih sering mengadu
Dan pula aku

Lebih baik kau diam 
Lebih baik aku membungkam
Mari kita lakukan.


Jalur dakwah tersendat

Bunda,
Kenapa langit hitam menyelimuti bumi 
Bukankah matahari ingin bersinar lebih lama?
Bunda..
Kenapa lautan menenggelamkan matahari
Tidakkah air itu takut matahari?

Bunda,
Bumi ini gelap
Mereka tak bisa melihat
Meski mereka berbadan tegap
Tapi pikiran mereka tak kuat

Bunda… mengapa?
Matahari tak bisa bebas bersinar
Matahari kini sudah tak sabar
Mau kemana air ini disebar?

Nanti ku ajak dia ke fajar
Dan arah terbitnya tertukar 
Ketika bumi tak lagi berputar
Tak ada lagi kata terlotar
Tinggal mereka yang menyebut “Allahu akbar” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar